Rabu, 14 Agustus 2013

Wajahku tidak seperti umurku (my face is not like my age)

Aku di sini ingin berbagi mengapa aku berkata " wajahku tidak seperti umurku"  karena memang banyak orang baik saudara, teman, orang yang belum kenal hampir mengatakan hal yang sama yaitu : wajahmu tidak seperti umur kamu...... hehehe  (jadi tersanjung).

Semua teman-temanku yang baru kenal khususnya tidak percaya bahwa usiaku sudah sangat banyak (sudah sangat dewasa). Mereka berpikir bahwa aku masih berusia 25 atau 28 atau 30 yang pasti di bawah tiga puluh tiga tahun. Dan khususnya teman-teman wanita bertanya kepadaku, apa yang menjadi "rahasia awet muda kamu"  dan jawabku sangat simple.

bahkan ada cerita yang lucu, yaitu anak laki-laki (24 tahun) bisa jatuh cinta kepadaku waktu itu.....lol.

Ini wajahku dari tahun ke tahun:

Usiaku dalam foto ini 38 tahun  

Usia ku dalam foto ini 38 tahun
:




Usia ku dalam foto ini 37 tahun


Usia dalam foto ini 36 tahun


Usiaku dalam foto ini adalah 37 tahun

Ini foto-foto ku yang natural, dan saat mereka bertanya apa rahasia nya sehingga aku bisa lebih muda dari umurku. 

Inilah yang selama ini aku jaga setiap hari :
*  Tersenyum.  Aku selalu memberi senyum kepada orang lain, meski aku tidak kenal, saat di jalan dan berpapasan dengan orang maka aku mendahului memberi senyum dan menyapa. Padahal tidak saling kenal.... (tetapi bukan berarti "gila")  hehehe.

* Buat hidup tetap bisa tertawa.  Aku sadar bahwa ini sulit, apalagi pada saat mempunyai tekanan hidup.. tetapi ada sarana yang bisa membuat kita bisa tertawa yaitu aku selalu menonton film lucu atau sekedar menggodai binatang seperti anjing atau kucing... (aku suka iseng dengan kucing dan anjing yang membuat mereka terkejut) ini membuat aku bisa tertawa.

* Aku selalu bernyanyi. Setiap hari aku selalu bernyanyi di kamar mandi, di kamar tidur, di kantor, di jalan dengan headset. Dimanapun aku selalu bernyanyi buat Tuhan, meski tidak selamanya aku selalu bersukacita. Saat susah atau sedih atau bahagia aku akan tetap bernyanyi.

* Aku suka senam wajah. Memang tidak berat tetapi aku melakukan setiap pagi atau malam hari sebelum tidur. karena ini penting untuk melenturkan otot wajah yang kaku.

* Aku suka makan sayuran dan buah.   Nah, aku menyadari bahwa banyak orang tidak suka makan sayuran, tetapi jika kita mengerti manfaatnya maka sayuran itu perlu di konsumsi setiap hari. Termasuk buah. (aku hanya makan buah pepaya yang paling sering).

Nah, inilah yang kulakukan untuk menjaga hidupku tetap lebih muda dari usiaku, aku tidak memakai obat dari dokter (karena aku tidak suka perawatan wajah dari dokter), aku suka yang alami.

Semua alami.

Aku hanya bisa berkata : terima kasih Tuhan untuk anugerah ini.
Sekarang usiaku pada saat ini adalah 38 tahun  (terhitung 2013).

God bless 

Senin, 12 Agustus 2013

Semua ada waktunya (Its all there time)

Saat ini aku menulis sesuatu yang tidak aku alami dalam dunia nyata. Melainkan "mimpi" di saat aku tidur di malam hari. Memang aku menyadari bahwa tidak semua orang mempercayai mimpi di malam hari. Mereka menganggap bahwa itu hanya "bunga tidur" tidak mempunyai arti apa-apa, jadi tidak perlu di anggap serius. Inilah yang sering aku dengar dari setiap orang yang tidak mempercayai sebuat mimpi. Tetapi aku ingin menuliskannya di sini "mimpi" di saat aku tidur di malam hari.

Tanggal 11 Agustus 2013 di malam hari, aku tidur seperti biasanya, di saat sudah tertidur nyenyak aku bermimpi seperti ini.

Di suatu tempat aku di perhadapkan sebuah jalan yang super sempit, dan anehnya jalan ini di tutupi dengan semak-semak ranting bambu yang sudah kering dan memang tidak bisa di lewati. Aku bertanya dalam hati, bagaimana aku bisa menembus jalan sempit ini dengan di tutupi ranting-ranting bambu yang sudah ruwet begini?. Sedangkan jalannya hanya ini. Di saat aku bingung, ada yang berkata : kamu harus melewati ini sampai di sana karena hanya ini jalannya. 
Bila aku gambarkan, jalan yang di tutupi ranting-ranting bambu itu seperti dalam gambar ini di bawah ini. 



Pertama aku melihat ini, aku bingung dan muncullah pertanyaan, apakah aku harus menerobos jalan ini? bagaimana caranya? setelah aku berpikir sejenak, aku akhirnya mengambil keputusan bahwa aku harus melewatinya. Aku mendorong, mematahkan, mengeluarkan tenaga dengan sekuat tenaga untuk membuka jalan yang di tutupi dengan ranting-ranting bambu yang sangat rapat dan kuat dan akhirnya aku bisa terbebas dari "kesesakan" melewati jalan tadi dan akhirnya aku melihat jalan yang lurus dan terlihat bersih dan lebar tetapi seperti berwarna kuning keemasan.

Akhirnya aku bertemu dengan seorang hamba Tuhan atau pendeta dari Australia (aku kenal beliau dalam dunia nyata atau real dalam hidup sehari-hari), aku dan bapak pendeta ini berdialog singkat dan aku bertanya sekaligus share dengan beliau. Inilah cuplika pertanyaan yang kuingat

Saya      : Pak, bagaimana ya dengan  (......xxxx........) ini? keadaannya semakin sedikit .
Pdt       : Kenty, semua ada waktunya.
Saya     : Saya sebenarnya juga hopeless dengan keadaan ini
Pdt       : Kenty, semua ada waktunya.
Saya     : Pak, apakah bisa saya di mentor?
Pdt       : Apakah ini nomor handphone kamu?
Saya     : Oh, Bapak sudah punya nomor saya?  (bingung),...eh iya Pak itu nomor handphone saya.
Pdt       : Baik, kapan saja bisa nanti di hubungi.

Inilah percakapan yang kuingat betul dalam mimpiku.
Dari mimpi ini aku merenung dan berpikir setelah terbangun, bahwa Pak Pendeta ini mengucapkan hal yang sama dan beliau sudah menyimpan nomor handphone saya. Padahal dalam kenyataannya beliau tidak mempunyai nomor handphone saya.
Inilah sepenggal cuplikan mimpi di saat aku tertidur.

Terus maksudnya apa?

Inilah yang membuat aku merenung 

SEMUA ADA WAKTUNYA
SEMUA ADA WAKTUNYA

sepenggal kata ini mengingatkanku dalam Pengkotbah 3 yang berkata bahwa segala sesuatu ada masanya, apapun yang ada di bawah kolong langit ini. Ini artinya semua sudah ada dalam rencana Tuhan setiap hidup manusia. 

Aku terkadang tidak mempraktekkan dengan benar, arti kata ini. Dan beliau sudah menyimpan nomor handphone ku. ini artinya bahwa aku seperti harus melewati kesesakan dulu untuk menemukan keindahan setelah itu. Dan aku bersyukur bila aku bisa melewati dengan sekuat tenaga.
Menurut aku bahwa Pendeta ini meggambarkan Tuhan sendiri, Tuhan sudah menyimpan aku dalam tanganNya. Tuhan sudah tahu apa yang akan di lakukan untuk hidupku. 

Pesan apa yang akan aku bagikan di sini:

Aku hanya akan berkata bahwa :
*  Tuhan bisa berbicara dengan apapun untuk menyampaikan isi hatiNya.
*  Untuk melihat kebahagiaan atau sukacita sejati dari Tuhan, maka harus melewati hal-hal yang sulit dengan kekuatan dari Tuhan.
*  Semua ada waktunya, tanpa harus mencoba untuk "berdebat" dengan Tuhan.
*  Percaya bahwa semua ada waktunya.

Setelah aku terbangun, aku harus mengambil tindakan yang tepat dan benar kembali dan semua itu di mulai dari hati. 


IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH MATI
Demikian aku mencoba untuk berbuat sesuai dengan imanku, sekalipun dengan airmata dan kesesakan setiap saat datang. 
Semua berawal dari mana cara aku berpikir, sekalipun orang lain menganggapnya itu salah atau bodoh di mata mereka, tetapi aku akan tetap berjalan di dalan imanku kepada Tuhan.
Karena aku percaya bahwa SEMUA ADA WAKTUNYA tanpa aku harus berargumentasi dengan Tuhan dalam doa. 
Tetapi semua sudah ada dalam coretan tangan Tuhan dan semua itu pasti indah dan baik.


Terima kasih Tuhan