Jumat, 27 Desember 2013

Pertandingan akhir di tahun 2013

Tahun 2013 akan segera berakhir, tetapi hidup terus berjalan. Dan harus siap untuk menghadapi tahun 2014 dengan percaya diri.

Banyak hal yang sudah terjadi dalam hidup aku selama tahun 2013.
tertawa, menangis, sedih, bingung, putus asa, bahagia, semangat dan masih banyak lagi. Dan aku mencoba untuk menghitung segala kebaikan Tuhan dalam hidup aku.

Aku selalu bertanya kepada Tuhan dalam doa aku untuk setiap hal yang akan aku lakukan atau putuskan. Meski terkadang terkesan "lambat" di mata orang untuk setiap keputusan yang aku ambil. 

Sepanjang tahun 2013, aku mengalami yang namanya kegagalan dan juga keberhasilan dari yang aku targetkan. :)
Tetapi aku harus berjiwa besar saat aku gagal, dan aku harus rendah hati saat aku berhasil. Aku terkadang terheran-heran dengan penyertaan Tuhan dan kasih yang selalu di berikan kepada aku, meski kadang aku mengecewakan Tuhan, tetapi Tuhan tetap menunjukkan kasih dan mujizatnya kepadaku. Dan seolah-olah Tuhan berkata : Aku tetap mengasihi kamu anak-Ku. ........... (amazing love).

Okay, aku akan menulis setiap hal yang Tuhan berikan kepadaku sepanjang tahun 2013 :

* Tuhan memberi nafas, itu pasti !
* Tuhan memberi damai saat aku mengalami kesesakan di hati!
* Tuhan mencukupkan kebutuhan aku (makan, pakaian dan lainnya) tanpa kekurangan. Ini yang aneh!
Kenapa aneh????
Karena, jika aku jujur, pengeluaranku lebih besar daripada pemasukan setiap bulan. Bukan berarti aku tidak bisa mengelola keuangan, tetapi memang kenyataannya adalah pengeluaran di Jakarta begitu besar. 
Aku selalu berdoa, Tuhan yang mencukupkan aku dan memelihara aku dan aku takkan kekuarangan.
Tetapi mujizat yang aku alami adalah uang di dalam dompet aku tidak pernah kering dan selalu ada uang. :)
(aku tidak pernah mendapat sumbangan dari orang lain untuk makan) tetapi Tuhan selalu cukupkan bahkan aku masih bisa memberi orang lain makanan (sekedar untuk makan bersama-sama) dengan siapapun. 

Bagiku, saat aku berbagi dengan orang lain, maka Tuhan akan memperhitungkan yang aku lakukan. (Sekalipun kadang-kadang ada orang yang iseng, memanfaatkan aku untuk men traktir mereka) tetapi semua itu ada balasannya. :)
Inilah hal yang membuat aku terheran-heran setiap tahun. Seperti minyak seorang janda yang terus mengalir tanpa henti, saat semua itu di bawa dalam Tuhan. Aku mengalaminya setiap tahun.

Puji Tuhan

* Tuhan membayarkan lunas tanpa aku keluar uang saat aku operasi usus buntu. Ini juga luar biasa!!
Saat itu aku di diagnosa oleh dokter kena usus buntu dan harus operasi segera karena sudah parah. Jujur di hatiku aku sangat menangis dan teriak dengan Tuhan, kenapa?
karena aku tidak ada biaya untuk operasi! Tetapi aku harus operasi jalan untuk sembuhnya.
Hingga aku berdoa dengan iman yang terdalam, Tuhan.. Engkau Allahku yang ajaib dan yang memulihkan aku dan aku percaya semua akan berjalan dengan baik, jika memang aku harus "berhutang" aku akan bertanggung jawab untuk semua itu.
Dan setelah aku operasi, teman dari gereja memberi sumbangan untuk biaya aku (sekalipun aku tidak meminta kepada mereka) aku hanya butuh mujizat Tuhan. Dan gereja yang membantu aku dalam biaya ini memberikan sebelum biaya adminitrasi keluar dari rumah sakit. Dan total yang diberikan untuk biaya rumah sakit persis sama dengan biaya administrasi dari rumah sakit. (Ini luar biasa!)
Dan aku atau kakak aku tidak pernah meminta berapa jumlah uang yang diperlukan. Karena ini kan bentuk sumbangan saja.
God is Amazing!!
aku berterima kasih juga untuk mereka yang telah Tuhan gerakkan hatinya untuk memberkati aku.

* Tuhan menuntun aku bertemu dengan seseorang yang membuat aku nyaman dan bahagia. :)
sekalipun aku tidak akan berhenti di situ untuk berdoa sampai semua indah pada waktunya.

Dan masih banyak lagi yang Tuhan lakukan untuk menunjukkan kasihnya.

Dan untuk memasuki tahun 2014, aku harus siap dalam segala hal lagi.
dengan janji Tuhan :)


Tuhan memberkatimu
Merry Christmas 2013 dan Happy New Year 2014




Minggu, 03 November 2013

Kasih tanpa syarat

" Aku mau menikah dengan kamu, tetapi kamu harus memberikan aku rumah dahulu "

Aku sebenarnya mencintai dia, tetapi dia cacat"

" Coba seandainya dia tidak miskin, aku pasti sudah melamarnya"

Ini adalah sebagian contoh kecil dari berbagai percakapan atau kerinduang yang sering terdengar dalam hidup sehari-hari. Entah ini terjadi di antara pasangan suami istri atau hanya sepasang kekasih.
Aku akan mencintai, tetapi jika.......! Oleh karena itu, sering terjadi perpisahan atau perceraian karena ada unsur  "jika atau tetapi".

Saat aku melihat TV apalagi berita tentang kisah hidup para artis, itu terkadang membuat aku hanya bisa geleng-geleng kepala atau hanya sekedar bilang, itulah kehidupan artis.

perceraian, percekcokan, kesalah pahaman, kecemburuan, perselingkuhan, teman tetapi mesra layaknya pasangan suami istri dan lainnya. Sepertinya itu hal yang "biasa" bagi mereka. 

Tetapi aku yakin bahwa mereka sesungguhnya membutuhkan hubungan yang langgeng dan selamanya terbangun dengan indah. 


Tetapi kenapa ini bisa terjadi ???

Hingga akhirnya aku mendapat perenungan dalam hati aku.
Aku percaya bahwa kasih yang sejati hanya datang dari Tuhan saja. Tidak ada yang lain. Tetapi pasti akan ada pertanyaan,

Ya, itu kan Tuhan dan tidak kelihatan, bagaimana kita bisa merasakan kasih yang sejati?
Hidup jaman sekarang sudah sulit menemukan kasih yang sejati!
dan pasti banyak pertanyaan yang akan muncul.

Tetapi saat aku merenung dan bertanya dalam hati aku sendiri, bagaimana aku mendapatkan kasih yang sejati dan merasakan selamanya dalam hidup aku?

Aku wanita yang percaya bahwa kasih yang sejati hanya dari Tuhan, tetapi sekarang pertanyaannya adalah bagaimana aku dapat merasakan dan mempraktekkan kasih yang sejati itu? bagaimana supaya kasih yang sejati ini terjaga aman dan kuat terus setiap saat? bagaimana aku dapat menemukan dari manusia? (karena aku masih hidup di bumi).

Kasih yang sejati adalah kasih tanpa syarat.
contoh : 
Aku menerima kamu, meski kamu telah melukai hati aku
Aku menerima kamu, meski kamu tidak memiliki tubuh yang sempurna
Aku menerima kamu, meski mempunyai kehidupan yang buruk sebelumnya
Aku menerima kamu, meski kamu telah meninggalkan aku dengan yang lain

dan seterusnya. 

Kasih yang sejati adalah 
- kasih yang tidak memperhitungkan berapa banyak pasangan kita telah menyakiti hati kita. 
- kasih yang menerima kita sebagaimana apa kita ada.
- kasih yang selalu memberi tanpa pamrih atau maksud yang tersembunyi.
- kasih yang selalu memberi support.
- kasih yang selalu menolong.
- kasih yang tidak melihat secara fisik pasangan kita (apakah ganteng, cantik, jelek, miskin, kaya, cacat, dan lainnya)
- kasih yang selalu memberi yang terbaik
- kasih yang akan membuat orang lain atau pasangan kita selalu tersenyum.
- kasih yang tidak mempersoalkan berapa gaji yang kita dapatkan.
- kasih yang lahir dari hati
- kasih yang menginginkan pasangannya berhasil dan mendapatkan yang terbaik.
- kasih yang tidak menuntut.
- kasih yang tidak di batasi oleh waktu, jarak dan waktu.
- kasih yang tidak pura-pura.

dan yang terutama adalah kasih yang lahir dari Tuhan.
Saat kita mendapatkan kasih yang dari Tuhan, maka kita akan dapat mengekspresikan dalam hidup kita dan itu tidak bisa di buat atau rekayasa. 

Saat aku bertanya dalam hati,  apakah aku bisa melakukan itu semua? kasih tanpa syarat ini?
Karena pada saat di sakiti itu tidak mudah melupakan atau terus memaafkan. (Ini normal)
kemudian aku mencoba mempraktekkan hal ini. Jujur tidak mudah!

Aku masih manusia dan masih mempunyai "ego" di hati. 
Bagi aku, sebuah sikap yang munafik atau penuh pura-pura jika kita tidak pernah marah atau kecewa atau cemburu atau sakit hati dan lainnya terhadap pasangan atau teman atau siapapun orangnya.

Tetapi sekarang banyak terlihat, orang menutupi sikap hatinya dengan topeng rohani (agama).
karena kasih yang sejati akan terlihat saat di praktekkan!.

Nah, aku mencoba untuk belajar dari kasih Tuhan Yesus (teladan) dalam hidup aku setiap hari. 
Jujur, aku terkadang tidak sanggup, aku menangis, aku sedih, aku merasa putus asa, aku seperti ingin lari dan sebagainya. 
karena saat di kecewakan, di sakiti, tidak dihormati, tidak dihargai atau di tinggalkan ini pasti membuat hati kita bereaksi sakit dan ingin berontak keluar dari kesesakan itu.

Pelan-pelan aku terus coba praktekkan meski sambil mencucurkan airmata, akhirnya aku mulai terbiasa. 
dan akhirnya satu demi satu, aku bisa mempraktekkan (butuh waktu)
- saat aku di tipu, aku harus bertindak mengampuni
- saat aku tidak di hargai, aku harus bertindak tidak mempermasalahkan sikap itu.
- saat aku di buat menangis, aku harus bertindak tegar dan menerima apa adanya orang itu.
- saat aku di tolak, aku harus bertindak untuk tetap tersenyum kepada orang itu.
- saat aku bantuan yang kuberikan tidak di hargai, aku harus bertindak mengucap syukur.
- saat aku di tinggalkan, aku harus bertindak dan berkata : Terima kasih Tuhan.
- saat aku di nilai negatif oleh orang lain, aku harus bertindak mempunyai pikiran yang positif dengan orang itu.
- saat aku pertolonganku tidak di syukuri, aku harus bersyukur.
- saat hatiku di permainkan, aku harus bersikap bijak dan memaafkan orang itu.

Jujur, saat aku melakukan ini semua, aku harus mencucurkan airmata kepada Tuhan.
Tetapi yang membuat aku tetap tegar adalah karena ada damai dari Tuhan, saat aku berseru kepada Tuhan.

Kasih yang sejati adalah kasih tanpa syarat.
yang tidak melihat kekurangan atau kelebihan saja. Tetapi kasih yang sejati adalah kasih yang dapat hidup ini lebih berarti dan indah.

Kasih tanpa syarat, akan membuat segalanya mampu bertahan sampai akhir pertandingan kehidupan.
sekalipun jarak, waktu menghalanginya tetapi kasih yang sejati akan bertemu dengan luar biasa dan indah.


aku hanya mau taat saja dengan setiap perintah yang Tuhan berikan kepada aku.

KASIH YANG SEJATI
AKAN MELAHIRKAN HUBUNGAN YANG KUAT DAN SELAMANYA


>>>>> Aku mengasihi kamu <<<<<