Senin, 29 Juni 2015

IMAN SEPERTI BATU KARANG ATAU PASIR ?

Hi,.....
akhirnya muncul lagi saya di sini, setelah sekian lama tidak tulis my journey di blog.

senang bertemu dengan mu kembali teman, siapapun Anda. hehehe

Setelah sekian lama aku di sibukkan dengan kegiatan pekerjaan, hingga aku resign. Aku mengalami hal-hal yang selalu berkaitan dengan iman.
ya, iman!!

Karena dengan iman, maka kita dapat mewujudkan impian kita, tetapi jika itu kuat. Tetapi jika iman itu lemah, maka kita tidak mendapatkan apa-apa selain kesedihan dan penyesalan yang terlambat menghantui kita.
Dan ini semua ada di pundak kita untuk memilihnya yaitu iman yang kuat seperti batu karang atau iman seperti pasir.

Dalam kesendirianku aku termenung dan bertanya, Tuhan, apakah imanku seperti batu karang atau pasir??
Karena, terkadang aku lemah juga dalam hal-hal tertentu, namanya juga manusia yang masih tinggal di bumi.... hehehe.

Keinginan hatiku adalah bahwa imanku selalu kuat dan makin kuat seperti batu karang. Sekalipun di terpa ombak persoalan, tekanan tetapi tetap berdiri kokoh dan tak tergoyahkan.
Namun, kenyataannya dalam kehidupan sehari - hari tidak seperti yang aku bayangkan.

Seperti pengalaman hidupku yang alami.
Berjalannya tahun demi tahun, maka aku menyadari bahwa TUHAN memberi aku banyak talenta, seperti :
* Aku bisa bernyanyi
* Aku bisa bermain musik gitar (meski tidak semahir pemusik kelas dunia)
* Aku bisa mengoperasikan komputer dengan baik (padahal otodidak awalnya)
* Aku bisa mengajar
* Aku bisa mengelola / manajeman perkantoran (semua berdasarkan kemauan belajar)
* Aku bisa membuat cerita untuk anak2 
* Aku bisa menjadi konselor dan orang lain menemukan solusi (menurut mereka yang sudah share)
* Aku bisa memasak (bisa jadi tukang juru masak)....hehehe
* Aku punya jiwa bisnis kuat juga hihi

Tetapi dari semua talenta yang diberikan itu, aku terkadang bingung, mana yang "lebih kuat" di hatiku. Karena semua di atas hampir berjalan bersamaan. 
dan inilah yang membuat aku kadang sedih ! :(
karena mana yang harus aku seriusi. 

Ada percakapan yang mendukung aku focus di dunia tarik suara saja dan pasti aku bisa hidup dari dunia tarik suara ini. hmmmmmm

tetapi ada yang mengatakan juga, aku focus saja di dunia pendidikan, karena aku cocok dan punya kemampuan di situ.

Imanku goyah .....

Sampai aku berdoa, TUHAN nyatakanlah di mana aku harus maximal dan berdampak positif di bidang itu.
dan aku coba ceklist kemampuan dan kenyamanan di hatiku tentang itu.

Dan aku memutuskan untuk menekuni dunia pendidikan dan pengelolaan.
di tengah perjalanan, ternyata imanku goyah.

Apa yang membuat imanku goyah????? 

banyak hal......dan ini membuat aku ingin teriak dan menangis rasanya. Tapi itu tidak bisa kulakukan di depan semua orang, kalo imanku sedang di proses berat!!

Note : aku tidak akan tuliskan perkara yang membuat imanku goyah teman....maaf ya

Dan tahap demi tahap imanku selalu di proses tiada henti. Dalam hal apapun.
dan aku menyadari bahwa musuhku adalah diriku sendiri, selain roh jahat. 

Keseimpulannya bahwa Tuhan menginginkan imanku benar2 sekuat batu karang dan bukan pasir. Artinya bahwa saat aku sedang di proses dalam titik terendah sekalipun, aku harus focus dengan tujuan semula!

Sekalipun aku bila bidang pekerjaan itu berbeda, tetapi jangan sampai aku kehilangan focus dalam talenta yang sudah di percayakan.

Iman sekuat batu karang seperti
* Focus dengan panggilan nyata
* Tidak mudah goyah
* Terus mencoba dan melatih diri sampai berhasil

Iman seperti pasir yaitu
* Kurang focus
* Mudah goyah
* Mudah putus asa

TUHAN, jadikan aku kuat seperti batu karang dalam imanku hari demi hari. Amen!!

Kamis, 19 Juni 2014

Setia dalam proses kehidupan (Faithful in the life process)

Sejak kita keluar dari kandungan Ibu, maka di mulainya kehidupan baru yang ke dua untuk kita jalani seumur hidup. 
Proses kehidupan menurut aku ada 3 tahap, yaitu 
1. Kehidupan saat dalam kandungan Ibu
2. Kehidupan di bumi dan
3. Kehidupan di alam baka (surga / neraka )

Dan kita dalam proses kehidupan itu. Selama kita di perut Ibu, hidup kita tergantung sepenuhnya dengan Ibu. 
Setelah lahir ke dunia, maka kita mulai 50% bergantung dengan orang tua dan 50% mulai bekerja mandiri. Selanjutnya pada saat kita kembali kepada Tuhan, kita dalam pengadilan Tuhan.

Tetapi dalam proses hidup ini, tidak ada yang selalu bahagia terus menerus. Ada saat nya kita bahagia, sedih, menangis, mengalami kesulitan, gembira dengan teman-teman.

Inilah pertumbuhan dalam proses hidup. 

Tetapi supaya kita mempunyai hidup yang seimbang dan mampu melewati setiap proses kehidupan ini, maka kita perlu untuk mendekat dengan Tuhan.

SETIA !!! adalah sebuah sikap yang benar dan tepat untuk mampu melewati setiap kesulitan apapun.
Setia dalam proses hidup yang kita alami.

Dan supaya kita juga mampu menjalani kehidupan ini, maka kita perlu juga memiliki :
1. Kasih
2. Sukacita
3. Damai sejahtera
4. Kesabaran
5. Kemurahan
6. Kebaikan
7. Kesetiaan
8. Kelemahlembutan
9. Penguasaan diri

Saat kita mempunyai ini dalam hati kita, maka kita akan mampu melewati setiap proses kehidupan ini. Meski proses itu tidak selalu membuat kita tersenyum.

Mari belajar setia dengan proses yang kita terima !
apapun keadaan yang kita alami.

SETIA !!