Google+ Badge

Jumat, 09 November 2012

Mengapa aku mengambil Magister? (Why I took the Master? )

Focus.......:) 
Sebenarnya aku tidak mau berpikir lagi tentang duduk di bangku kuliah lagi, tetapi belajar tetap ku lakukan tiap hari seh....

Bermula dari sebuah kerinduanku untuk membangun sebuah lembaga pendidikan untuk anak-anak, nah, sebelumnya aku berpikir cukup sudah dengan gelar sarjana satu saja, tapi lama-lama kok kayaknya ga bisa deh kalau hanya cukup S1.

Makanya aku memberanikan diri untuk mengambil langkah iman untuk ambil kuliah lagi mengambil magister. Meskipun sebenarnya bila aku melihat biayanya, berat juga. Tetapi aku memberanikan diri untuk itu.

Alasanku mengambil magister karena aku punya tujuan yaitu membangun pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Mulai dari usia 3 tahun (pendidikan usia dini). Sehingga aku berjuang keras untuk belajar saat ini supaya aku dapat menggapai mimpiku ini.

Aku melihat banyak sekali anak-anak yang tidak belajar karena tidak ada biaya, sehingga mereka tidak  mendapatkan pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan. 
Sungguh menyedihkan!   

Meski dalam hal ini aku terus berjuang untuk bisa meraih mimpi ini. Banyak tantangan yang ku hadapi selama mengambil magister ini.

Aku kuliah lagi bukan untuk supaya orang lain menghargai aku atau menghormati aku, melainkan aku mengambil kuliah lagi ini karena aku ingin mendapatkan bekal yang cukup untuk dunia pendidikan.

Itulah mengapa aku mengambil kuliah lagi.
Dan aku ingin segera menyelesaikannya.....hehehe.... karena "buat pusing juga loh" kalau kuliah sambil kerja... :D

Inilah alasanku mengapa aku kuliah lagi ...

Semua hanya untuk melakukan yang terbaik dan dapat menjadi salah satu bagian dari orang yang membawa perubahan bagi bangsa Indonesia ini.

Semangattttt......................  \('o')/

Selasa, 06 November 2012

PANGGILAN (CALLING)






Sesuatu hal yang tidak pernah kuduga dan kupikirkan sebelumnya, jika aku bisa bermain musik gitar dan bernyanyi. Karena sebelumnya aku seorang anak yang minder, pemalu, tidak percaya diri bahkan aku tidak punya keyakinan bahwa Tuhan memberi aku talenta ini.

Jika kamu pernah membaca tulisanku sebelumnya tentang masa kecil, remaja dan dewasa secara singkat, maka kamu bisa melihat bahwa aku bertumbuh dengan rasa tidak percaya diri.

Nah, aku ingin berbagi bagaimana Tuhan membentuk dan melatih aku dalam talenta suara ini. Berawal saat aku baru bertobat dan menjadi pengikut Yesus. Aku tidak tahu apa-apa saat pertama-tama ke gereja, aku hanya diam dan mengikuti saja ibadah yang berlangsung. Tetapi dengan proses waktu yang terus berjalan, itu membuatku aku mulai bisa sedikit bernyanyi dan mulai terlibat dengan paduan suara di gereja.

Waktu itu untuk mengeluarkan suaraku saja terasa keringat dingin mengalir dan bergetar di hatiku......hehehe.
Hingga akhirnya aku mulai terlatih dalam bernyanyi (dalam paduan suara) aku mulai mengenal not angka dan membedakan jenis suara 1,2,3,4. 

Dari sini bermula aku mulai bisa bernyanyi (padahal sebelumnya aku hanya berani nyanyi di kamar mandi, itupun pelan-pelan)  ;)
Hingga akhirnya aku mulai sering tampil di gereja dan terlibat paduan suara. Tetapi ini aku belum bisa main gitar dan belum mengerti akan panggilanku. Aku masih senang dengan bernyanyi saja, hingga ketika aku mulai beranjak dewasa dan terus bertambah umur maka aku mulai mendapat kepercayaan di gereja untuk melayani pujian di ibadah raya. (pertama kali aku pimpin pujian di ibadah anak muda).....ini membuat aku tidak bisa tidur dan jantung dag, dig, dug terus....hehehe.

Singkat cerita, aku terus di percayakan melayani pujian di ibadah - ibadah gereja, hingga akhirnya aku bertanya kepada Tuhan.

APA YANG ENGKAU MAU DALAM HIDUPKU TUHAN??
DAN APAKAH INI TALENTA YANG ENGKAU PERCAYAKAN??

Ini terus bergolak dalam hatiku dan akhirnya aku mendapat jawaban bahwa YES ini talenta dari Tuhan.
Tetapi setelah aku mengetahui ini talenta yang di percayakan Tuhan kepadaku, mulai tantangan muncul untuk aku lemah dalam hal ini.

Nah, tantangan seorang pelayan pujian (worship  leader atau singer) adalah kesombongan, kenajisan, percabulan, perzinahan dan ketidak taatan.
Ini bergolak dan menggodaku dalam pikiran. Sempat aku menangis, Tuhaaaaaannnnnnn aku tidak mampu melawan ini semua. Tolong aku!!

tetapi sebagai manusia, aku juga mengalami jatuh bangun juga dalam dosa, aku mengalami jatuh dalam kesombongan dan pikiran yang tidak kudus (kenajisan). Dan sungguh ini menekan hatiku.

Hingga akhirnya aku minta tolong dengan Tuhan untuk hal ini.

Akhirnya, berjalannya waktu, aku mulai bisa bermain gitar (yah....meski tidak semahir Montana...hehehe) tapi setidaknya aku bisa bermain musik.



Gitarku ini menjadi " saksi" seringnya aku menangis dalam doa setiap harinya. Yah, banyak hal kenapa aku menangis. Dan Tuhan menghibur aku di saat aku menyembah Tuhan.

Aku sudah bernyanyi mulai di depan 5 orang, 20 orang, 50 orang, 100 orang, 500 orang, 1500 orang hingga finally aku bernyanyi di depan 7000 orang.

Ini semua anugeranNYA, dan aku ingin terus membenahi dalam hal ini.
Khususnya menjaga kekudusan hati dan tubuh. Karena Allah itu Kudus.............
Tetapi ini memang tidak mudah  :(

Tapi aku percaya bahwa ini semua aku bisa lewati.
All glory for God.  :)