Selasa, 08 Oktober 2013

Aku mengalami sakit duri dalam daging (I have pain thorn in the flesh)

Tanggal 23 September 2013, di hari Senin pagi saat hendak ingin mandi, aku di buat kaget dengan sakit di perut sebelah kanan. Tetapi aku berpikir, ahh mungkin nanti juga sembuh. 

aku abaikan rasa sakit yang frekuensi sakitnya muncul sering dan aku tetap bekerja. Namun pada hari Selasa setelah aku pulang dari kantor aku, rasa sakitnya semakin kuat dan membuat aku tidak tahan dengan itu, hingga akhirnya aku pergi ke dokter terdekat untuk check up. 

Aku di beri obat dan setelah aku minum, rasa sakit itu tetap ada. aku sudah tidak masuk kerja selama 2 hari, tetapi tetap rasa sakit di perut sebelah kanan masih terasa. Hingga akhirnya hari Jumat malam, aku di minta untuk segera pulang ke rumah kakak aku di Tangerang. Dengan naik taxi aku pulang dan setelah sampai di rumah jam 9 malam, aku langsung di antar ke rumah sakit untuk segera mendapat pengobatan. Dan waktu dokter umum memeriksa aku, dia berkata bahwa aku kena usus buntu dan harus di operasi segera. 

Aku kaget dan hanya berkata, "Tuhan, kenapa aku harus mengalami ini?"
Kenapa aku harus bersentuhan dengan gunting dan pisau operasi?

Jujur, aku pernah berkata dalam hati aku jika aku tidak mau bersentuhan dengan gunting atau pisau operasi. Dan jika aku sakit, jangan sampai mengeluarkan biaya yang besar ya Tuhan. 

Tetapi ternyata Tuhan ijinkan aku harus mengalami pisau operasi  ;'(

Aku hanya bisa berserah dan menangis setelah di rumah (sebelum aku di operasi). Aku hanya menangis dan bertanya kepada Tuhan,  

"Tuhan, apa yang harus aku lakukan?"
"Kenapa aku harus melewati proses ini?
"Tuhan, aku tidak mempunyai uang yang besar untuk biaya operasi ?"

Semalaman, aku tidak bisa tidur dan aku hanya berdoa minta Tuhan beri suatu pencerahan di hati. 
Hingga akhirnya ketika dokter memutuskan aku harus segera di operasi, aku hanya bisa diam dan berkata dalam hati, "Tuhan, mampukan aku ya"

Akhirnya tiba waktu di operasi, tegang, takut, gelisah, sedih, semua menjadi satu di hati aku. Dan saat sebelum di operasi, ternyata aku harus telanjang bulat. 

Oh Tuhan.......... 

Selama ini, tidak ada orang yang tahu aku telanjang  (kecuali aku masih bayi) tetapi saat operasi aku harus telanjang bulat. 

Ini hal yang membuat aku menjadi serba salah. Tetapi ya hanya bisa berserah lagi deh.

Saat aku di ruang operasi, aku di suruh duduk dan tulang punggung aku di suntik bius. Dan yang membuat aku dilema adalah yang memberi aku bius adalah pria. 

Oh Tuhan.....

mereka yang ada di dalam ruang operasi adalah para pria. Dan mereka melihat aku telanjang, aku tidak bisa membayangkan itu semua.

singkat cerita, aku di operasi selama satu jam tiga puluh menit tetapi bius nya selama 4 jam. Yah, saat di operasi memang tidak merasa apa-apa tetapi sempat sesak nafas sedikit karena tegang. Setelah selesai aku masuk ke ruang observasi selama 3 jam. setelah itu baru aku masuk ke ruang perawatan lagi.

Setelah selesai biusnya, sakitnya mulai terasa bekas operasi nya. Dan ini tidak menyenangkan hati aku. secara tubuh aku tidak bisa melakukan apa-apa selain terbaring di tempat tidur. 

Saat aku terbaring sakit, banyak yang memberi nasihat tetapi juga pertanyaan-pertanyaan dari orang lain (teman-teman) kenapa aku lama sekali di rawat di rumah sakit, padahal hanya operasi usus buntu.
Waktu aku dengar ini, jujur aku kesal  tetapi aku juga merenungkan kenapa aku lama di rawat. Apakah mereka kadang tidak berpikir, jika operasi itu ternyata sakit dan membutuhkan proses pemulihan yang cukup waktu.

Ada yang berkata : hari ini operasi, besok sudah boleh pulang...
Buat aku ini "tidak benar!"

Kenyataan yang aku alami tidak seperti itu.

Saat ada yang berkata sakit usus buntu itu karena terlalu makan cabai atau biji-bijian...
Ternyata ini juga "tidak benar!"

Usus buntu itu munculnya tiba-tiba dan gejala nya karena kurang air minum sehingga sisa makanan yang harusnya masuk di pembuangan, karena kurang air yang di minum maka itu membuat kotoran itu naik atau meluap ke atas dan masuk ke usus buntu. Apa yang sudah masuk di usus buntu itu akan membusuk dan membuat usus bisa meradang. Nah, itu yang membuat sakit.

Saat aku mengalami sakit ini, ada hal yang aku pelajari yaitu:

1. Siapa yang benar-benar menjadi teman sejati aku. Saat kita senang, mungkin banyak teman yang akan membantu atau sekedar hang out dengan kita, tetapi untuk tahu siapa teman kita yang sejati, yang tepat adalah saat kita mengalami sakit atau penderitaan. 

2. Aku di ajar untuk lebih berserah dan percaya kepada Tuhan.  Yah, ini benar. Kita sering "latah" mengucapkan kata-kata ini kepada orang lain, tetapi saat kita mengalami sendiri, apakah kita akan berserah dan percaya dengan iman kepada Tuhan?

3. Kasih mengalahkan rasa sakit. Aku merasakan ini sendiri dalam hati aku, ada seseorang yang memberi support dan encourage selama aku sakit sekalipun hanya lewat telepon (karena masih jauh). Tetapi itu sangat menguatkan hati aku saat lemah.

Dari pengalaman ini, aku sekarang belajar bahwa segala sesuatu di ijinkan terjadi dalam hidup kita untuk rencana Tuhan dalam hidup aku. 

Saat aku menulis blog ini, dalam keadaan masih pemulihan secara fisik dan bekas operasi nya.



Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

YEREMIA 29:11