Senin, 18 Februari 2013

Apa di balik kegagalan kita?

Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan?
Siapa yang ingin hidup dalam kegagalan?
Siapa yang tertawa karena ia gagal?
Saya rasa tidak ada manusia di bumi ini yang ingin gagal!  Setiap orang pasti ingin sukses dalam hidupnya di setiap bagian hidupnya. 

Kegagalan itu ada bukan karena TUHAN yang inginkan kita gagal dan terpuruk, melainkan TUHAN ijinkan kita mengalami kegagalan supaya kita dapat mempelajari kesalahan yang kita lakukan. Sehingga dari kegagalan itu kita dapat lebih berhati-hati lagi untuk bertindak.
Tetapi bagaimana jika gagal terus dalam setiap usaha kita?
Ini pertanyaan yang mungkin akan banyak variasi jawabannya...... ada yang bilang berarti orangnya yang bodoh, atau malas atau memang tidak tahu seharusnya berbuat bagaimana!

Ada pengalaman tentang kegagalan yang saya buat dalam hidup saya, saat aku sadar bahwa telah gagal dalam tindakanku yang terpikir olehku yang pertama adalah rasa bersalah, putus asa dan tidak mau mencoba lagi. Inilah yang sempat terjadi bertahun-tahun bercokol dalam pikiranku, sehingga membuat aku tidak bisa move on.   Aku merasa bahwa sepenuhnya adalah kegagalan dan memang bukan aku yang harus melakukan.

Nah, banyak pikiran-pikiran yang negatif terhadap diri sendiri yang membuat aku tidak bisa melakukan apa-apa. Dan aku percaya bahwa hal seperti ini juga banyak terjadi di setiap orang di muka bumi ini.
Akhirnya suatu saat aku sedang melihat video di youtube tentang seorang laki-laki yang sakit tumor/kanker di wajahnya, membuat aku menangis sendiri. Secara singkat aku tuliskan kisah laki-laki yang kena penyakit ini yaitu:
Pria ini terkena kanker/ tumor mungkin ya di wajahnya sejak remaja hingga akhirnya terus berkembang besar sampai menutupi wajahnya. Penyakit ini dia derita sampai dia sudah tua...dan adiknya yang merawat setiap hari. Adiknya berkata bahwa airmataku sudah habis dan aku juga tidak bisa berbuat banyak. tetapi entah darimana pria ini mendapat perhatian dari pemerintahnya mungkin untuk di obati di chicago. 

Inti dari cerita ini akhirnya pria tua ini bisa sembuh lagi dan dapat melihat lagi dengan wajahnya dengan baik. Nah, apa yang aku pelajari dari semua ini?

Pertama adalah aku mendapat pelajaran tentang semangat yang tidak patah dari sang adik untuk kakaknya bahwa kakaknya pasti sembuh. Kedua, semangat adiknya untuk kakaknya berobat dari rumah sakit satu ke yang lain sampai harus pergi ke luar negeri yaitu Chicago.

Kegagalan memang tidak direncanakan. Tetapi kegagalan bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.

Sekarang bagaimana jika aku sendiri yang mengalami kegagalan?
Inilah tindakan yang aku lakukan:
1. Aku bertanya kepada TUHAN tentang maksud dibalik kegagalan itu.
2. Aku segera bangkit
3. Aku berkata positif dan bersyukur kepada TUHAN (dalam arti beriman) bahwa TUHAN tidak merencanakan kegagalan (Yeremia 29:11).
4. Aku melupakan dan memperbaiki kembali.
5. Aku membuka kembali hatiku untuk perkara yang baru.
6. Move on  :)

Dan aku sangat berterima kasih kepada TUHAN saat aku mengalami kegagalan (meski sebenarnya aku juga tidak mau gagal) karena justru saat hatiku hancur, gagal dan akhirnya aku datang kepada TUHAN, justru saat itu juga aku mendapat jawaban doa dari TUHAN. 

Yah bukan sulap tetapi ini semua nyata!

Saat aku mengalami kegagalan dan menangis di hadapan TUHAN, yang aku minta adalah TUHAN beri aku kekuatan untuk melewati ini dan beri aku damai sejahtera saat aku menghadapi ini.

Dan permintaanku ini semua terjawab selalu... Praise God!

Teman-temanku yang membaca blogku ini, aku hanya bisa berkata bahwa jangan lari dari masalah saat kita gagal. Karena kegagalan itu salah satu alat untuk kita memperbaiki diri lagi dan membuat kita sadar bahwa kita perlu TUHAN dalam hidup kita.

God bless you