Kamis, 01 Agustus 2013

Saat tekanan itu datang kepadaku (When the pressure was coming to me)

Suatu hari ketika aku sedang di kamar sendirian, aku berpikir dan berbagai pertanyaan muncul di hatiku waktu itu.
Pertanyaan itu muncul terus di pikiranku dan aku mencoba untuk merenungkannya, apa di balik itu semua. Mengapa pikiran itu terus menghampiri aku.

Pertanyaan itu adalah :
" Mengapa banyak orang, saat menghadapi masalah, tekanan atau himpitan, mereka kebanyakan langsung putus asa, tidak mau mencoba lagi atau bahkan membenci proses itu sendiri"

Aku sebelumnya juga begitu, saat menghadapi tekanan atau himpitan, aku langsung putus asa atau tidak mau mengerjakan hal sama lagi. Tetapi entah kenapa, hatiku terusik dengan itu. 

Nah, aku ingin berbagi di sini dengan hal-hal yang terjadi kepadaku.
Aku sebelumnya mempunyai karakter yang lemah memang secara emosi. Aku kurang "berjuang" dengan setiap yang kualami. Contohnya, jika aku ingin sesuatu seperti baju contohnya saja dan ketika aku melihat harganya sangat mahal, maka tindakanku saat itu langsung,....ah sudahlah, ini kemahalan untuk aku beli. (aku tidak berpikir, bagaimana supaya aku mendapatkan baju itu untuk kumiliki), aku menyerah dan melupakannya. Tetapi ternyata itu adalah sikap yang "meremehkan dirinya sendiri" .  

Aku berpikir dengan sikap "nrimo" atau menerima apa adanya itu baik dan tidak masalah. Memang ada benarnya sikap menerima apa adanya itu, tetapi harus di lihat dari sudut pandangnya di mana. Karena tidak semua harus bersikap menerima apa adanya.

Ternyata sikapku itu membuat aku sendiri akhirnya tidak menjadi orang yang kuat atau bisa di katakan semangat juangku sangat kecil sekali. :(
Hingga aku akhirnya, teringat dengan contoh seorang yang tidak bisa berenang, tetapi tiba-tiba dia terjatuh ke dalam sungai yang dalam. hanya ada dua pilihan untuk orang tersebut yaitu mati tenggelam atau berjuang untuk naik ke atas permukaan. 

Sikap diam atau menerima apa adanya itu seperti orang memilih mati tenggelam dan sikap ingin hidup itu membuat orang berjuang untuk naik ke atas sungai.

Inilah membuat aku tersadar, bahwa selama ini kadang aku bersikap diam dan menerima apa adanya. kalau ini aku biarkan terus, maka aku bisa lama-lama "mati tenggelam" seperti orang tersebut dalam contoh.

Akhirnya aku memutuskan mulai dari hatiku yaitu: aku mau berubah dengan mengatur konsep pikirku untuk berjuang.
Saat himpitan atau tekanan datang kepadaku inilah yang ku lakukan sekarang :
1. Aku berjuang setidak-tidaknya melawan diriku sendiri.
2. Aku berusaha meski dalam hal ini aku membutuhkan ekstra tenaga dan hati.
3. Aku focus
4. Aku tidak mau mendengarkan perkataan2 yang tidak membangun aku. tetapi bukan berarti aku tidak mau di ajar. ini beda loh.

Sikap berjuang ini sangat penting untuk di miliki oleh setiap orang!

Tuhan memberkati