Minggu, 01 September 2013

Mengucap syukur dalam segalam hal (Be thankfull in all circumstances)

Aku akan share tentang pengalamanku bagaimana harus mempunyai sifat atau karakter mengucap syukur dalam segala hal. 
Bagiku, ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi mudah untuk diucapkan. 

Seringkali aku mendengar orang berkata saat ingin mensupport temannya, ya sudah bersyukur saja!  ini sering terdengar di telingaku, bahkan terkadang aku juga mengatakan hal ini kepada orang lain.

Tetapi saat aku benar-benar merenungkan kata-kata BERSYUKUR SAJA ini bukanlah hal yang mudah. Dan aku rasa setiap orang harus hati-hati dalam mengucapkan kata ini bila belum bisa melakukannya sendiri. Aku tidak mau sekedar bicara saja tetapi tidak mempraktekkan dari hati. Aku ingin berkata : bersyukur saja dengan segenap hati, saat aku sudah bisa mempraktekkan sendiri.

Tetapi kencenderungan manusia adalah suka ikut-ikutan, meski belum tentu mereka mempraktekkannya. dan aku adalah salah satu dari orang yang suka mengucapkan kata-kata ini kepada orang lain, tetapi aku sendiri kurang mempraktekkannya. Contohnya...........................

Saat aku mengalami orang lain membuat aku marah, apakah pada saat itu aku bisa berkata :bersyukur saja dalam hati ??
Jawabannya adalah tidak!
Pada saat aku di buat marah, pasti saat itu juga pasti akan ada argumentasi hebat dan rasa saling ingin menang ada di dalam hatiku atau hati orang yang membuatku marah. Dan bila tidak bisa mengontrol diri maka bisa saja terjadi percekcokan sengit. 

Nah, siapa yang tahu isi hati kita?

Sekalipun kita adalah orang yang ber-rohani atau pejabat atau orang penting dalam organisasi dan sebagainya. Tetapi emosi itu bisa terjadi terhadap siapa saja dan belum tentu saat itu bisa kontrol. 

Nah, aku juga mengalami itu semua. Aku terkadang tidak bisa mengontrol hatiku saat terjadi perbedaan pendapat. Ini hanya sebagai contoh kecil dalam hidupku, dan pada saat aku emosi, aku tidak bisa berkata bersyukur saja deh, tetapi hati masih kesal. Jika aku mempunyai sikap hati seperti ini artinya aku menipu diriku sendiri. 

Mengapa ??  karena mulutku berkata bersyukur, tetapi hatiku masih kesal dan ingin "perang".

Hingga aku merenungan arti kata bersyukur dalam segala hal, karena itu yang dikehendaki Allah ini berulang-ulang aku pikirkan dan renungkan, apa maknanya.

"Bersyukur" artinya kita menerima keadaan apapun yang sedang terjadi dalam hidup kita.
"Bersyukur" artinya kita harus bisa mengontrol diri/emosi kita dengan benar.
"Bersyukur" artinya susah atau senang, tertawa atau menangis kita harus seimbang dalam hidup.

Akhirnya aku pelan - pelan mencoba untuk berubah dan menghidupi kata "bersyukur" ini dalam hidupku.

Apakah aku terlambat ?  tidak!
Apakah aku lambat menerima perubahan ini? tentu tidak!
karena semua pasti sudah ada waktunya.

Dan saat aku mulai mempraktekkannya, aku bisa menangis tetapi membuat hatiku lega dan terasa "lepas". Dan dari situ aku menyadari bahwa hidupku membutuhkan Tuhan dalam setiap langkahku.

Mengapa Tuhan, memperingatkan manusia untuk selalu bersyukur dalam segala hal? ternyata dari pemahamanku adalah karena dengan bersyukur, kita mampu mengontrol hati kita dan kita sadar bahwa kita adalah manusia kecil yang membutuhkan Tuhan Maha Besar untuk menuntun kita. Dan dengan bersyukur, itu membuat hati kita selalu dilimpahi dengan kasih Tuhan.

Terima kasih Tuhan

karena dengan menggerutu atau bersungut-sungut tidak menambah hal apapun dalam hidup kita. Tetapi dengan bersyukur kita akan terus di buat "kaya" oleh Tuhan sesuai rahmatNYA.

Amenn !